BANDARLAMPUNG —Pandemi COVID-19 telah melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia sendiri selama hampir 3 bulan.

Hal ini membuat pemerintah mengalihkan semua kegiatan masyarakat Indonesia secara daring, mulai dari Work From Home (WFH) hingga Study From Home (SFH) pada sistem pembelajaran.

Namun demikian, semenjak Presiden Joko Widodo menyinggung mengenai diberlakukannya kembali kegiatan masyarakat dengan pola tata kehidupan baru, yakni New Normal, berbagai satuan pendidikan mulai mempersiapkan kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan di lingkungan pembelajaran, salah satunya pada Perguruan Tinggi.

Hal ini juga tengah disiapkan oleh Universitas Bandarlampung (UBL) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lampung. Rektor UBL M. Yusuf S Barusman, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru Nomor 285/U/UBL/V/2020, tertanggal 19 Mei 2020, terkait pengaktifan kembali aktivitas di kampus.

“Untuk pengaktifan kembali kegiatan akademik bagi mahasiswa sejak Hari Raya Idulfitri yakni mulai tanggal 2 Juni 2020. Pada SE tersebut kami mengeluarkan beberapa pilihan metode pembelajaran kepada mahasiswa, yakni online,offline, dan campuran/hybrid,” ujar Yusuf.

Pemilihan metode pembelajaran ini sesuai dengan keinginan mahasiswa, mereka dapat memilih metode mana yang akan dijalani. Pada metode online atau daring, kegiatan pembelajaran akan dilanjutkan seperti sebelumnya termasuk Ujian Akhir Semester (UAS) sesuai pilihan tersebut dan kesepakatan dosen. Sedangkan pada metode offline, pembelajaran di kampus wajib melaksanakan protokol kesehatan yang telah diterbitkan pada masing-masing Unit Layanan Kampus melalui Gugus Tugas COVID-19, baik tingkat Rektorat maupun tingkat Dekanat. Hal tersebut juga berlaku pada metode campuran atau hybrid.

Sedangkan kegiatan administrasi dan pelayanan kampus telah diaktifkan kembali mulai tanggal 26 Mei 2020 secara offline dengan metode shift atau jadwal yang diatur oleh Unit Kerja masing-masing, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Layanan administrasi telah kami aktifkan kembali mulai tanggal 26 Mei 2020. Namun, kehadiran dosen dan karyawan dijadwalkan sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditentukan. Meski telah dibuka secara offline, tentunya hal ini tetap wajib memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, hingga mencuci tangan,” tambahnya.

Yusuf menambahkan, adanya SE ini adalah untuk mendukung rencana pemerintah dalam pelaksanaan New Normal di tengah pandemi COVID-19.

“Untuk tahap awal tidak semua fasilitas kampus akan dibuka, seperti kantin, sekretariat kegiatan mahasiswa, taman, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan mahasiswa berkumpul. Lalu secara perlahan hal ini akan kita evaluasi sampai semua pihak paham dan mengerti serta sadar menjalankan semua protokol Kesehatan,” tutup Yusuf.

Leave a Comment